Hari Pendidikan Nasional 2018

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah – Ki Hadjar Dewantara”

Siapa yang tak kenal Ki Hadjar Dewantara? Ia lah bapak pendidikan nasional di Indonesia. Atas jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan di Indonesia, maka pemerintah menyematkan gelar pahlawan nasional dan menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Filosofinya, tut wuri handayani (dibelakang memberi dorongan), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, maka menteri pendidikan dan kebudayaan RI dalam pidatonya mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara. Refleksi ini dimaksudkan agar kita dapat membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan.

Bersamaan dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional, maka SMAN 71 Jakarta juga melakukan deklarasi sekolah ramah anak. Deklarasi sekolah ramah anak dilaksanakan usai melaksanakan upacara Hari Pendidikan Nasional. Acara dilanjutkan dengan ditandatanganinya naskah deklarasi sekolah ramah anak oleh wakil dari Dinas Ibu Tety, Ibu kepala sekolah SMAN 71 Jakarta, Hj. Willin Murtanti, M.Pd, wakil pendidik Ibu May, wakil Kependidikan Bapak Alex, wakil WOTK Bapak Wayan, dan wakil dari OSIS oleh M. Hilmi sebagai ketua OSIS.

Beberapa rangkaian kegiatan juga dilakukan seperti mimbar kreativitas, lomba KIR, lomba cerdas cermat dan pameran kegiatan OSIS, serta stand media pembelajaran yang berisi produk-produk karya siswa dari berbagai mata pelajaran.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan di Hari Pendidikan Nasional, 2 mei 2018.




Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *