Peringatan HUT RI ke 69 di SMAN 71 Jakarta

17 Agustus 2014, siswa-siswa SMAN 71 sudah mulai berbaris rapi di lapangan sekolah untuk memperingati HUT RI yang ke 69. Peringatan hari kemerdekaan, tentu saja dan terutama sekali, bukan hanya sekedar perayaan dan pesta makan kerupuk maupun pesta hura-hura. Namun, perayaan ini harus dilakukan dengan penuh kesungguhan, mengacu pada etos kebangkitan bangsa sekaligus menjadi titik penting untuk mengingatkan manusia Indonesia masa kini kepada pahlawan, the founding fathers, serta pendahulu bangsa yang telah turut andil untuk membangun dan memerdekakan bangsa ini.

10616402_10204787260309352_1507050428133749667_n
Momentum peringatan hari kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka, tetapi lebih daripada itu, hajatan rutin ini diharapkan menjadi fragmen perenungan untuk segenap lapisan dan generasi penerus bangsa. Melalui momentum ini, seluruh elemen bangsa dipacu untuk melanjutkan estafet perjuangan.

Memang, meskipun secara administrative Indonesia telah merdeka, namun kita perlu akui bahwa secara fisik kita masih jauh dari esensi kemerdekaan yang dicita-citakan oleh the founding fathers kita. Kemiskinan, korupsi, serta karut-marut pendidikan, adalah sekelumit dari sekian banyak bukti riil yang menjadi indikasi bahwa Indonesia belum merdeka secara fisik sepenuhnya. Oleh karena itu, momen peringatan kemerdekaan ini sudah sepatutnya kita jadikan sebagai momentum untuk melakukan kontemplasi terhadap nasib bangsa ini.

Di tengah hingar-bingar dan seonggok problema yang masih memasung bangsa ini, sudah saatnya peringatan kemerdekaan ini menjadi batu loncatan untuk merenungkan kegigihan pendahulu kita mempertahankan nasib bangsa sehingga ini menjadi brem untuk kita guna melanjutkan pembangunan bangsa. Kemiskinan, korupsi, dan problema lainnya adalah PR kita (sebagai generasi penerus) yang harus kita selesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Begitulah seharusnya, sebagai anak bangsa yang bijak, maka kita tidak boleh bergeming. Kita dituntut untuk mengingat pendahulu dan melanjutkan estafet kemerdekaan. Inilah alasannya, Presiden Soekarno memberi pesan “JASMERAH, jangan sekali-sekali melupakan sejarah”.

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *